hukum MANADO 

Proses Kasus Penggelapan mobil di Polresta Manado Lambat, warga Kecewa. Diduga Ada Oknum Polisi Terlibat

Bagikan!

Nirmalanews. Com – Manado – Kasus penggelapan mobil midus sewa menyewa kemabli marak di kota manado,  Masih ingat kasus penggelapan mobil yang melibatkan IN alias Indra (39), warga Pandu, Kecamatan Bunaken dan EP alias Endang (35), Kelurahan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting, Manado.

Pasalnya, para korban mulai mempertanyakan proses penyelidikan kasus itu. Karena yang sejak 12 hari lalu dilaporkan baru menemukan tujuh unit mobil dan tersangkanya belum jelas.

Diduga jaringan para bandit mobil ini adalah oknum polisi yang berdinas di polres bolmong.  ” mungkin karena ada keterlibatan oknum komdan stau kang makanya seakan kasus ini susah sekali di selesaikan.  Torang pernah iko sampe pa tu komdan pe muka rumah, makanya torang minta seriusi lporan kami ini dan tolong polisi buktikan keterlubatan oknum polisi yang diduga masuk dalam jaringan ara bandit oto ini ” tukas korban.

Diketahui kasus ini sudah di laporkan sekitar dua minggu yang lalu dan oknum polisi bernisial SM sudah pernah di ambil keterangan di polresta manado.  Tambah korban.

Para korban yang yang makin cemas itu, terpaksa mengeluarkan unek-unek meraka kepada awak media. “Sudah dua belas hari ini kendaraan kami sudah tidak ada kejelasan dari kepolisian. Setiap kali kami ke polres dan menanyakan mengenai perkembangan. Katanya tunggu saja mereka belum mendapat informasi,” ujar Fian Walintukan (31) warga Karombasan, satu diantara korban.

Selain itu juga, Fian berharap agar kepolisian segera mungkin menemukan kendaraan mereka yang diduga digelapkan. Bahkan kata dia, beberapa orang yang diduga melakukan penggelapan telah ditangkap. “Tersangka sudah menyampaikan semua jaringannya. Sudah jelas,” ujar Fian.

Dia juga mempertanyakan status wajib lapor terhadap seorang pelaku. Dimana pelaku inisial I awalnya ditangkap Kodim 1309 Manado. Lalu diserahkan ke Polresta Manado. Dia kemudian ditahan selama dua hari. Kemudian dimintai keterangan sebagai saksi.

“Kenapa dia hanya jadi saksi. Dan statusnya wajib lapor. Karena ada informasi pria berinisial I ini istrinya juga sebagai penyidik di Polres. Mungkin ada keringanan bagi dia. Kami juga tidak tahu,” ujarnya.

Para korban mempertanyakan hal ini kepada penyidik. Ironisnya, penyidik menyebutkan pelaku I tidak terbukti karena tidak menandatangani kwitansi kontrak sewa kendaraan.

Berikut nama-nama korban yang berharap kendaraan mereka segera ditemukan polisi. Wawan (48) Tuminting tiga unit, dua sudah dapat dalam keadaan rusak parah, Fian Walintukan (31) warga Karombasan, kehilangan satu unit Daihatsu Sigra DB1547 LO, Sandra Aruperes (36) warga Tuminting, kehilangan satu unit Daihatsu Xenia DB1538 LI.

Lalu Angelia Tumobert (29) warga Ranotana Weru, kehilangan tiga unit mobil yakni Suzuki Ertiga DB1507 LM, Avanza putih DB1419 AO, Ts Pick up DB 8887 AL, Usni Corneles (36) warga Perkamil, kehilangan satu unit Avanza DB 1788 AM, dan Arifin Umar (33) warga Tuminting kehilangan satu unit Calya merah DB1037 LO.

Sebelumnya, kasus penggelapan mobil membuat para korban melapor ke polisi pada 17 April 2018. Dari informasi yang dari para korban sudah ada tujuh mobil yang berhasil diamankan dan sudah dikembalikan kepada masing-masing korban lainnya.

Kapolresta Manado, Kombes FX Surya Kumara mengatakan polisi sedang berusaha, karena untuk mencari barang bergerak tidaklah mudah apalagi jika barang tersebut diubah maupun disimpan. “Kiranya para korban untuk bersabar saat ini kami sedang berusaha,” ujar surya kumara.

Keluarga korban berharap polresta manado dapat dengan segera membongkar jaringan bandit mobil modus sewa ini. Kmi sangat menduga kuat bahwa penggelapan beberapa unit mobil dengan modus sewa ini ada keterlibatan oknum polisi aktif.  Tandas keluarga korban dengam nada kecewa.

( Dreiter )

Related posts