Politik & Pemerintahan Tekno 

Mengenal Sang Jenderal Fenomenal TITO KARNAVIAN

Bagikan!

NIRMALANEWS – Dilahirkan  dengan nama Muhammad Tito Karnavian di Tangga Buntung, Palembang, 51 tahun lalu. Penamaan Tito merujuk pada Presiden sekaligus pemersatu Negara Federasi Yugoslavia, Josip Broz Tito. “Kalau Karnavian itu diambil dari kata karnaval,” kata Tito.

image

Pasca Perang Dunia II Tito berpidato di depan rakyatnya secara berapi-api tentang komitmen dirinya; “Akan kupersembahkan seluruh hidupku demi membangun kejayaan Yugoslavia,” katanya.

Pidato ini begitu terkenal dan terbukti di kemudian hari. Di bawah kendalinya Yugoslavia jadi garda depan Gerakan Non-Blok (GNB) di kawasan Balkan.

Heroisme itu membuat Achmad Saleh, sang ayah, terpukau sehingga menamakan anaknya Tito. Dengan harapan, ia sanggup jadi pemimpin besar–yang menjadi jalan tengah bagi pihak-pihak yang bertikai.

Harapannya terbukti. Tito bermetamorfosa menjadi polisi berprestasi. Yang menonjol adalah menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy, membongkar jaringan dr. Azhari, juga menumpas jaringan teroris nomor satu di Indonesia, Noordin M Top.

Puncaknya, ketika menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Tito dicalonkan Presiden Joko Widodo menjadi Tribrata 1. “Ini adalah kuasa Tuhan,” ujar Tito yang akan dilantik menjadi kepala kepolisian pada 12 Juli mendatang.

Terpilihnya Tito sebenarnya di luar dugaan. Ia tak terlalu diunggulkan karena masih cukup belia ketimbang perwira tinggi lain yang lebih senior. Apalagi masa jabatannya masih panjang, yaitu enam tahun lagi.

Para jenderal dari empat angkatan yang masih aktif yakni angkatan 82-86 pun harus memupus harapan. Pasalnya, jika berjalan lancar, jenderal Angkatan 87 tersebut akan menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia sampai 2022.

“Polri itu solid. Para senior akan tetap mendukung saya,” katanya kepada Wicaksono, Heru Triyono dan fotografer Wisnu Agung Prasetyo dari Beritagar.id, Jumat (1/7/2016) di sebuah rumah di Jakarta, yang oleh Tito dirahasiakan alamatnya.

Rumah itu adalah safe house BNPT, dengan gerbang tinggi yang tertutup rapat. Gerbang hanya dibuka bila ada mobil atau motor petugas masuk. Orang luar dapat mengintip bagian dalam melalui celah sempit di pintu gerbang.

Di dekat pintu gerbang terdapat pos keamanan, tampak beberapa petugas memakai safari berjaga-jaga. Sementara di beberapa sudut dipasangi kamera pengintai. “Tolong jangan foto saya juga di rumah ini,” katanya.

Dalam perbincangan kurang dari satu jam, ia banyak bicara soal reformasi dan kesejahteraan di tubuh Polri tepat di hari ulang tahun Bhayangkara ke-70. “Sampai kini budaya setoran masih ada,” kata Tito sembari menghirup inhaler khusus pilek. Berikut petikan wawancaranya:

image

Komisaris Jenderal Tito Karnavian menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian RI. Presiden Joko Widodo mengajukan nama Tito ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun bulan depan.
( sumber : Tempo /Beritagar )

Related posts