Artikel Catatan Nirmala 

Inspiratif..// Jangan Pernah Meremehkan Siapapun..! Karena Nasib Orang bisah Berubah.

Bagikan!

Inspiratif-Nirmalanews.com>> Lama saya berdiri di depan pintu pagar ,yang tingginya 2 meteran. Sudah dua kali saya pencet bell. namun yang menjawab adalah suara gonggongan anjing (red katanya) Karena sudah hampir 20 menit menungggu, sementara masih banyak lagi yang harus diantarkan,maka saya memberanikan diri ,untuk menekan tombol bell sekali lagi Dan menunggu

Syukurlah akhirnya pintu dibuka dan seorang mbak tampak mengintip di balik pintu dan bertanya :” Cari siapa pak?”

“Saya mengantarkan bingkisan Tahun Baru  untuk Bapak” Jawab saya singkat

Pintu dibuka dan saya diijinkan masuk. Sementara dari arah dalam rumah, masih terdengar suara anjing menyalak. Setelah bingkisan saya serahkan ke si mbak,saya minta tanda terima nya. Namun si Mbak menjawab:”Aduh ,maaf, saya nggak bisa baca tulis. Ntar saya tanya Bapak yaa”

Selang beberapa saat, seorang pria keluar dari ruangan rumah dan berteriak:” Tanda terima apa? Kalau kami tidak percaya ,bawa pulang saja bingkisan itu. Saya tidak butuh. Kamu  tuh, tengok orang dulu dong, jangan sembarangan minta tanda terima segala. Kamu cuma pesuruh, tau. “ ,kata si Boss dengan suara keras dan wajah berang.

Saya hanya bisa terdiam dan meninggalkan rumah megah itu dengan hati galau Padahal si Boss bukannya tidak kenal saya, karena sesungguhnya, masih ada hubungan kekeluargaan.

Namun biasalah, mana ada orang kaya, yang mau mengaku ada hubungan kekeluargaan dengan  seorang pesuruh. Saya  hanya dapat menarik nafas dalam dalam. Saya memahami bahwa saya hanya seorang pesuruh, yang bertugas mengantarkan barang.

20 Tahun Kemudian

Saya sedang duduk di Kantor ,yang berlokasi di Jalan Niaga. Saya bukan lagi seorang pesuruh. Berkat  perjuangan hidup,doa dan ,kerja keras ,didampingi istri tercinta,yang selalu setia. Hidup kami berbuah total. Kini saya adalah seorang Pengusaha. Atau lebih keren lagi,seorang Eksportir Kopi yang memiliki A.P.E (Angka Pengenal Eskportir ) nasional.

Tiba tiba sekretaris saya masuk dan berkata:” Maaf ,pak ada tamu yang mau bertemu. Boleh saya silakan masuk?”

“Ya boleh boleh “ Jawab saya.

Dihadapan saya berdiri serorang pria dengan wajah lusuh. Sesaat saya tertegun. Namun cepat saya sambut uluran tangannya.  Pria ini berkata:” Masih ingat saya Effendi? Kita masih ada hubungan kekeluargaan .”

“ Oya ya Om , masa saya lupa.,Apa kabar Om ?Gimana usaha maju?”Jawab saya

Si Om diam dan tertunduk. Menghela nafas dalam dan kembali terdiam.Saya dapat merasakan kegalauan hatinya. Karena berhadapn dengan orang yang dulu, pernah dibentak bentak dirumahnya..Untuk memecahkan kebekuan suasana, saya tanya lagi;” Maaf,Om mau minum Kopi atau teh ?”

“Nggak usah Effendi,  perusahaan Om sudah bangkrut. Bahkan rumah dan semua kendaraan sudah dibawah pengawasan bank.  Om malu tinggal di Padang lagi.Mau ke Jakarta,numpang dirumah keluarga, tapi untuk ongkos saja sudah tidak ada lagi. Seluruh rekening Om  sudah dibekukan oleh bank.

Kami sama sama terdiam, Saya jatuh kasian menengok si Om yang dulu gagah dan bertubuh tegap. Kaya raya. Pemegang HPH (Hak Penebangan Hutan),ternyata terlibat masalah. Kalah perkara dan seluruh hartanya diisita.

Dengan pandangan mata sangat berharap si Om menatap wajah saya dengan pandangan mata yang redup. Sungguh tidak tega saya memandangnya lama lama. Saya isikan sesuatu di amplop dan kemudian saya berikan kepada si Om. “Maaf Om,Cuma sedikit, tapi cukup untuk biaya ke Jakarta”,kata saya .Dengan tangan gemetaran si Om menerima amplop dan  berkali kali mengucapkan terima kasih dan pamitan.

Pelajaran Berharga Bagi Saya

Jangan pernah memandang remeh orang miskin,karena  hidup ini bersifat dinamika, Bergerak dari waktu kewaktu dan dari satu sudut kesudut lainnya, Orang yang berdiri dihadapan kita,hari ini adalah seorang kuli, tapi 20 tahun lagi ,mungkin  ia sudah jadi seorang pengusaha, Sebaliknya yang hari ini berbangga diri sebagai boss besar, jangan lupa, suatu waktu bisa saja posisi ini menjadi terbalik.

Belajar dari pengalaman sendiri ,akan menghadirkan  pemahaman akan arti dan makna kehidupan.Namun alangkah baiknya  bila kita juga membuka mata dan hati untuk belajar dari kegagalan hidup orang lain.Karena akan melahirkan butir butir pencerahan dalam diri kita. Agar jangan pernah mengulangi  kesalahan yang telah dilakukannya dan terperosok pada lubang yang sama.

Menertawakan Nasib Orang Adalah Sebuah Kenistaan

Menertawakan kejatuhan atau kehancuran orang lain,adalah sebuah kenistaan yang dilakukan oleh seorang manusia Sangat bertentangan dengan harkat kemuliaan yang seharusnya jadi ciri ciri keistimewaan manusia sebagai makluk ciptaan yang mulia. Namun kita wajib belajar dari setiap kejadian dalam hidup ini, karena hidup adalah proses pembelajaran diri tanpa akhir

Semoga tulisan ini,walaupun ditulis berdasarkan cuplikan pengalaman hidup ,yang sudah berlangsung cukup lama namun diharapka,esensial dari tulisan ini, tetap dapat dipetik manfaatnya. Setidaknya menjadi alarm atau pengingat bagi kita semuanya.Agar jangan pernah meremehkan orang lain, siapapun adanya.

Kalau kita diberikan kemudahan dan hidup berkecukupan, maka patut disyukuri ,tanpa harus  memandang rendah pada orang lain.Kalau tidak bisa menghargai orang ,setidaknya jangan  menghina, itulah yang selalu saya tanamkan dalam diri saya dan keluarga.

Kisah : Tjiptadinata Effendi

Lahir Di Padang, 21 Mei 1943

Foto Ilustrasi

Related posts